Salah satu point penting yang aku
catat dari membaca pikiran-pikiran Charlotte Mansion adalah Children learn to get ideas,
artinya anak-anak belajar untuk memperoleh gagasan dari lingkungannya,
terutama dari orang tua. Gagasan itu
sendiri meminjam istilah yang dipakai oleh mas Aar bagaikan “virus spiritual yang bisa
berkembang biak dalam pikiran anak. Kata
CM gagasan-gagasan itu haruslah berasal dari ide-ide yang besar, untukku
gagasan-gagasan ini akan diterima oleh anak sebagai makanan bagi jiwa mereka.
Sehingga
bagi kami mendidik Oude tidak hanya untuk menjawab kebutuhan pasar atau hanya
untuk mendapat pekerjaan tapi lebih dari yaitu mengajarkan nilai-nilai
luhur yang menjadi warna cara pandang dan pilihan hidupnya kelak.
Tentu saja nilai-nilai luhur yang dikembangkan oleh satu keluarga dengan keluarga lainnya berbeda, salah satu nilai-nilai luhur yang kami kembangkan dalam mendidik Oude adalah membantu Oude membangun mimpi – mimpi besar dalam hidupnya.
Cara
yang kami lakukan adalah dengan mengekspose ide-ide besar baik itu berasal
dari biografi orang-orang yang memiliki mahakarya yang besar juga mimipi-mimpi
besar yang dapat kami wujudkan secara bersama.
Salah
satunya adalah mimpi yang kami bangun bersama adalah pergi ke luar negeri dan berkeliling dunia,
pengalaman saya ketika belajar dan mengelilingi beberapa Negara dieropa membuat
mimpi-mimpi kami ini nyata bagi Oude.
Mimpi-mimpi
ini lalu kami hubungkan dengan kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh Oude, lalu kami menghidupkan mimpi itu dalam setiap
kegiatan yang kami lakukan, misalnya kami mengaitkan agar Oude belajar bahasa
Inggris karena untuk bisa berkeliling dunia kita harus bisa berbahasa inggris,
kami berlangganan TV berbayar dirumah sebagai bentuk investasi kami untuk
mengekspose Oude dengan dunia international.
Tidak hannya itu, gagasan-gagasan
tentang ide-ide besar juga kami dapatkan dari mendiskusikan orang –orang besar
dengan temuan-temuan master piece mereka, melalui biographi dan perjuangan
mereka meraih cita-cita besar mereka.
Diantara beberapa tokoh yang kami diskusikan adalah Steve Job dengan
penemuan Apple dan Michela Jackson dengan lagu-lagunya yang mendunia.
Diskusi diawali dengan bagaimana
tokoh-tokoh tersebut membangun dan menggapai mimpi-mimpi mereka, juga diselip
berbagai tantangan dan hambatan yang mereka lalui untuk mencapai cita-cita
tersebut.
Salah satu hal menarik dari cerita
Steve Job bagi Oude bahwa Steve Job
kecil adalah anak yang dianggap bodoh, malah mengindap disleksia yang sering
dicemoohkan orang, namun menemukan minat dan ketertarikannya di computer lalu
dia membangun mimpinya untuk menjadi pembuat computer hebat didunia. Penekanan yang saya coba tekankan adalah
bagaimana sebuah prestasi itu berasal dari passion, lalu kerja keras, pantang
menyerah untuk mewujudkan passion tersebut.
Cerita tentang micheal Jackson
juga menyentuh Oude, bagaimana Oude membangun simpatinya pada Jakco kecil yang
sering dikasari oleh Ayahnya dan mengalami diskriminasi karena berkulit hitam
yang ditanggal di Amerika, tapi memiliki tekat kuat untuk menjadi penyanyi dan
berusaha keras untuk mewujudkannya.
Cerita-cerita itu kami terus
ceritakan untuk mengajarkan pada Oude bahwa orang-orang besar itu tidak terjadi
secara kebetulan tapi perlu kerja keras, keteguhan hati dan pantang menyerah. (Bersambung).
Sebuah sharing yang bermanfaat, Kakak. Mungkin sesekali kita juga bisa membuka kembali kelas bedah karya. Terima kasih sudah datang di kelas menulis kemarin.
BalasHapus