Selasa, 12 November 2013

Homeschooling Keluarga Kami

      Perkenalan saya dengan Homeschooling dimulai sejak tahun 2009 lalu ketika saya menyadari bahwa Oude tidak nyaman dengan situasi sekolahnya lalu kami putuskan  berhenti.  Merespon ini  pihak sekolah menawarkan program homeschooling, namun kami harus menguras kocek yang mahal karna harganya yang fantastic perpaketnya,  situasi ini mendorong saya untuk mencari lebih dalam dari sumber yang beragam mengenai HS, sejak itu pertualangan saya terhadap HS dimulai, segera jatuh cinta dan memutuskan HS yang terbaik untuk anak kami, oude yang waktu itu berumur 4 tahun.
Beberapa alasan kuat yang mendorong saya untuk lebih seksama menyimak, mendalami, dan mencoba memahami tentang Homeschooling adalah :
- Saya ingin menemani dan mengarahkan Oude untuk menemukan passionnya, karena bagaimanapun kita hidup harus sesuai dengan passion kita, melakukan sesuatu secara passion akan sangat menyenangkan, live for passion that will make you happy.
- Saya ingin mengamati perkembangan Oude untuk menemukan minat dan bakatnya. Menghabiskan waktu bersama lebih banyak akan memberi kesempatan saya menemukan bakat dan minat  Oude
- Membantu Oude untuk menemukan tujuan dalam hidupnya.  Saya menemukan anak-anak sekolah yang telah sampai SMA bahkan mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliah tapi tak memiliki tujuan hidup, saya tidak mau hal ini terjadi pada Oude.  Saya ingin Oude menemukan tujuan hidupnya diusianya yang lebih muda sehingga dia focus menjalani hidupnya. 
- Menjalankan HS bagi Oude adalah kesepakatan kami berdua sebagai orang tua agar kehidupan yang kami jalani lebih memiliki makna dari pada hanya menjalani hidup atau sekedar bertahan hidup.
- Ingin membangun kedekatan antara kami sekeluarga, banyak keluhan yang sering saya dengar dari orang tua bahwa jarak dengan anak mereka semakin jauh sering anak sudah menemukan teman2 dan menghabiskan banyak waktu diluar rumah dengan teman-teman mereka.  Menghabiskan waktu secara produktif dan menyenangkan bersama tentu akan membangun kwalitas hubungan dan  kedekatan diantara kami.
Sebagai ibu yang bekerja secara formal dan tanpa asisten rumah tangga, kekhawatiran sempat singgah juga dibenak saya, apakah saya mampu menjalani ini? namun saya meyakinkan diri bahwa pilihan ini adalah yang terbaik untuk masa depan Oude, apa lagi saya tak sendiri ada suami yang selalu siap untuk bahu membahu mengisi  bersama, membuat semuanya menjadi mudah, apa lagi sekarang dengan semakin bertambahnya pengetahuan kami tentang HS membuat keyakinan kami terhadap pilihan ini semakin kuat. Sisanya Allah yang akan memampukan. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar