Kamis, 14 November 2013

Apa itu Hypnoparenting?

     Jika kita mendengar kata hypnosis, apa yang terbayang dipikiran kita?.  Sebagian kita menganggap bahwa hypnosis itu adalah tindakan untuk membuat seseorang tidak sadar, atau mengendalikan kesadaran seseorang untuk kepentingan  tertentu, ada juga yang beranggapan bahwa hypnosis adalah sesuatu yang berhubungan dengan ilmu hitam. 
Pada dasarnya ada dua aliran hypnosis yang berkembang, pertama adalah hypnosis ala Barat yang menekankan pada teori yang menggunakan struktur bahasa dalam mempengaruhi kesadaran seseorang, namun aliran timur banyak berhubungan dengan hal-hal supranatural.  
   Namun pendekatan yang akan digunakan dalam tulisan ini adalah hypnosis dalam terminology Barat yang bersifat ilmiah dan dapat dijelaskan dengan kerangka dan logika yang jelas.  Selanjutnya apa itu parenting? parenting adalah segala sesuatu yang berusan dengan tugas-tugas orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak.    Parenting disini hendaknya dipahami secara luas, bahwa proses pendidikan yang dilakukan oleh guru pada dasarnya juga adalah parenting, apa bila kegiatan  tersebut sarat dengan nilai-nilai pendidikan.  Tidaklah mudah melakukan tugas ini, kesiapan orang tua dan pendidik mutlak diperlukan. 
Namun sampai saat ini belum ada sekolah yang khusus mencetak orang tua yang baik, biasanya pola pengasuhan sebuah keluarga diwariskan secara turun temurun, dan kecendrungan dari kita untuk belajar dari bagaimana orang tua kita memberlakukan kita.  
   Demikianlah cara pengasuhan anak kita sangat didpengaruhi oleh pengalaman-pengalaman kita dan orang tua kita sendiri.  Padahal perkembangan dunia terus berubah apakah itu akibat dari globalisasi atau digitalisasi yang ditandai dengan penyebaran informasi yang tak terbendung dan cepat, situasi inilah yang mempengaruhi gaya hidup kita dan persoalan yang dialami oleh anak-anak kita, sesuatu yang berbeda dengan era ketika kita kecil dahulu. 
   Tuntutan zaman sekarang amat membutuhkan pribadi anak yang tangguh secara fisik, mental dan spiritualitas.  Karenanya persoalan yang kita alami jelas berbeda dengan permasalahan yang dialami oleh anak-anak dewasa ini,  belajar dari pengalaman dari cara orang tua kita mendidik kita waktu kecil dapat saja dilakukan namun dalam banyak hal juga perlu diadaptasi dengan pola pengasuhan yang terus menerus berubah dan relevan dengan situasi saat ini.
   Hipnoparenting adalah sebuah  pilihan strategi atau cara dalam mendidik dengan memahami cara kerja otak, serta menggunakan struktur bahasa yang dapat dipahami oleh pikiran anak.  Bagaimana Hipnoparenting dapat dilakukan?
   Dalam terminology ilmu tentang pikiran, kesadaran manusia dibedakan menjadi pikiran sadar dan pikiran bawah sadar.   Alam sadar kita mempengaruhi cara kita berpikir, menganalisa, memahami dan mengambil keputusan.  Namun pikiran bawah sadar mempengaruhi kesadaran kita lebih dominan dibandangkan alam sadar.  Pikiran bawah sadar mengendalikan hampir  88% pemikiran dan tindakan manusia.
   Jika alam sadar memiliki kemampuan untuk menyaring informasi, alam bawah sadar tidak menolak apapun yang diterima melalui kelima panca indera kita.  Mengutip dari buku yang ditulis oleh Napolean Hill berjudul Think and Grow Rich oleh Eva Imania Eliasa, pikiran bawah sadar selalu aktif.  Jika kita tanamkan keinginan kedalamnya, maka dia akan merespon informasi dan pikiran apapun yang kita masukkan kedalam alam bawah sadar.  Semua impuls pikiran baik itu pikiran positif maupun negatif selalu mencapai pikiran bawah sadar.  Disamping itu, pikiran bawah sadar mempunyai fungsi yang lebih kompleks.  
   Kesadaran anak-anak masih amat didominasi oleh pikiran bawah sadarnya, semakin dewasa seseorang atau pendidikan yang diterima seseorang mengakibatkan sedikit demi sedikit alam sadar yang mendominasi.  Bayangkan, dalam pergaulan sehari-hari dengan anak-anak kita, setiap kata yang kita keluarkan baik itu negatif maupun positif akan mempengaruhi cara pandang dirinya.  Misalnya, kita sering mengeluarkan kata-kata yang negatif, seperti., “.Kamu bodoh, soal gampang saja tak bisa kamu jawab!.  Maka secara bertahap informasi ini akan diserap oleh alam bawah sadar lalu membentuk pencitraan terhadap dirinya, karena alam bawah sadar anak adalah tempat dimana konsep diri anak terbentuk yang diterima dari proses berinteraksi dengan orang tua maupun lingkungannya.
   Berbicara tentang konsep diri maka ada 3 apsek penting yang perlu diperhatikan didalamya yaitu diri ideal, citra diri dan harga diri.  Konsep diri ini terkait dengan semangat tinggi, keyakinan, dan kepercayaan yang positif serta kreatifitas yang tanpa henti, keuletan, keberanian menempuh hidup, ketegaran dan kemampuan mempelajari hal-hal yang baru.  Dengan demikian, apakah konsep diri ini terbentuk secara proses atau secara otomatis?
   Dalam hipnoparenting  proses pembentukan konsep diri positif anak dibentuk berdasarkan pola pengasuhan yang baik.  Bagimana cara melakukannya? caranya adalah dengan menanamkan nilai-nilai posisitif dengan menggunakan kata-ata yang posistif kedalam kesadaran anak secara berulang-ulang. 
   Penggunaan kata-kata menjadi yang sering dipilih oleh orang tua dalam berinteraksi dengan anak, maka kata-kata itulah yang akan membentuk diri anak, kemudian anak-anak akan mengembangkan konsep dirinya melalui pergaulan dengan lingkungannya, dengan demikian begitu pentingnya orang tua memahami cara berpikir anak, dan secara cermat memilih kata-kata, karena itu  akan berdampak pada kehidupan anak dimasa depan dan sepanjang hidupnya.
   Selalu menggunakan kalimat positif dalam berinteraksi sejalan dengan cara kerja kesadaran anak masih sangat didominasi oleh pikiran alam bawah sadar, alam bawah sadar tidak memahami kalimat yang negatif.
 Jika selama ini kita menganggap bahwa anak kita bandel karena tidak mengikuti perintah kita, mungkin ada yang salah dari cara kita mengintruksi, bukan anak yang bandel tapi pikirannya tidak mampu memahami perintah kita.  Kalimat yang sering kita gunakan misalnya, “ kalo adek  menyebrang jalan, jangan lari-lari ya! kata jangan sesuatu yang tak dapat dipahami pikiran anak, namun kata yang dipahami adalah lari, makanya yang dilakukan adalah lari.   Dengan memahami cara bekerja alam bawah sadar, sepatutnya intruksi yang kita berikan adalah, “jika adek nyebrang, jalannya pelan-pelan ya!. Maka pikiran bawah sadar anak akan memahami yang dia harus lakukan adalah jalan pelan-pelan.  Demikianlah, bahwa kata-kata yang kita pakai akan sangat menentukan prilaku anak. 
   Hal lain yang juga terkait erat dengan hypnoparenting adalah selalu menciptakan suasana Rumah yang Positif.  Rumah adalah tempat dimana anak tidak saja untuk tumbuh tapi juga berkembang secara mental dan emosional.  Tak berlebihan jika ada yang mengatakan bahwa rumah adalah sekolah pertama bagi anak dan orang tua adalah guru pertama anak.  
   Pembentukan sikap anak amat ditentukan dari bagaimana situasi rumah diciptakan.  Kondisi yang positif, pujian-pujian dan penghargaan sepenuh hati dan tulus  yang diberikan orang tua terhadap sekecil apapun dari kreatifitas sianak akan sangat berperan dalam proses penciptaan kebiasaan-kebiasan posistif  serta menumbuhkan sikap dan sifat yang posistif juga bagi sianak juga.
   Berdasarkan uraian diatas,  maka proses pembentukan kepribadian dan konsep diri anak adalah sesuatu yang bersifat nurture (pendidikan)  bukan bersifat natural.  Pendidikan dan pola pengasuhan yang baik yang dimulai dari rumah akan amat mempengaruhi bagaimana kwalitas seorang anak.  Orang tua adalah element yang paling menentukan dalam pembentukan ini, nilai-nilai yang ditanam didalam keluaraga secara berulang-ulang akan terpatri dalam bawah sadar anak yang kemudian akan menjadi nilai-nilai yang dipercayai dan diyakini sepanjang hidupnya.  Orag tua hendaknya menjadi pembelajar yang terus menerus dari keseharian dan interaksi dengan anak.  Hipnoparenting merupakan salah satu strategi yang dapat dipilih oleh orang tua yang menginginkan pendidikan anak yang lebih berkwalitas untuk mengasilkan anak yang juga berkwalitas. Tepatlah kata-kata bijak yang mengatakan, Apa yang kamu tanam, adalah yang akan kamu tuai!.






Selasa, 12 November 2013

Homeschooling Keluarga Kami

      Perkenalan saya dengan Homeschooling dimulai sejak tahun 2009 lalu ketika saya menyadari bahwa Oude tidak nyaman dengan situasi sekolahnya lalu kami putuskan  berhenti.  Merespon ini  pihak sekolah menawarkan program homeschooling, namun kami harus menguras kocek yang mahal karna harganya yang fantastic perpaketnya,  situasi ini mendorong saya untuk mencari lebih dalam dari sumber yang beragam mengenai HS, sejak itu pertualangan saya terhadap HS dimulai, segera jatuh cinta dan memutuskan HS yang terbaik untuk anak kami, oude yang waktu itu berumur 4 tahun.
Beberapa alasan kuat yang mendorong saya untuk lebih seksama menyimak, mendalami, dan mencoba memahami tentang Homeschooling adalah :
- Saya ingin menemani dan mengarahkan Oude untuk menemukan passionnya, karena bagaimanapun kita hidup harus sesuai dengan passion kita, melakukan sesuatu secara passion akan sangat menyenangkan, live for passion that will make you happy.
- Saya ingin mengamati perkembangan Oude untuk menemukan minat dan bakatnya. Menghabiskan waktu bersama lebih banyak akan memberi kesempatan saya menemukan bakat dan minat  Oude
- Membantu Oude untuk menemukan tujuan dalam hidupnya.  Saya menemukan anak-anak sekolah yang telah sampai SMA bahkan mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliah tapi tak memiliki tujuan hidup, saya tidak mau hal ini terjadi pada Oude.  Saya ingin Oude menemukan tujuan hidupnya diusianya yang lebih muda sehingga dia focus menjalani hidupnya. 
- Menjalankan HS bagi Oude adalah kesepakatan kami berdua sebagai orang tua agar kehidupan yang kami jalani lebih memiliki makna dari pada hanya menjalani hidup atau sekedar bertahan hidup.
- Ingin membangun kedekatan antara kami sekeluarga, banyak keluhan yang sering saya dengar dari orang tua bahwa jarak dengan anak mereka semakin jauh sering anak sudah menemukan teman2 dan menghabiskan banyak waktu diluar rumah dengan teman-teman mereka.  Menghabiskan waktu secara produktif dan menyenangkan bersama tentu akan membangun kwalitas hubungan dan  kedekatan diantara kami.
Sebagai ibu yang bekerja secara formal dan tanpa asisten rumah tangga, kekhawatiran sempat singgah juga dibenak saya, apakah saya mampu menjalani ini? namun saya meyakinkan diri bahwa pilihan ini adalah yang terbaik untuk masa depan Oude, apa lagi saya tak sendiri ada suami yang selalu siap untuk bahu membahu mengisi  bersama, membuat semuanya menjadi mudah, apa lagi sekarang dengan semakin bertambahnya pengetahuan kami tentang HS membuat keyakinan kami terhadap pilihan ini semakin kuat. Sisanya Allah yang akan memampukan. 


Selasa, 10 September 2013

Berbagi Mimpi Bersama Oude

Salah satu point penting yang aku catat dari membaca pikiran-pikiran Charlotte Mansion adalah Children learn to get ideas,  artinya anak-anak belajar untuk memperoleh gagasan dari lingkungannya, terutama dari orang tua.  Gagasan itu sendiri meminjam istilah yang dipakai oleh mas Aar  bagaikan “virus spiritual yang bisa berkembang biak dalam pikiran anak.  Kata CM gagasan-gagasan itu haruslah berasal dari ide-ide yang besar, untukku gagasan-gagasan ini akan diterima oleh anak sebagai makanan bagi jiwa mereka.

Sehingga bagi kami mendidik Oude tidak hanya untuk menjawab kebutuhan pasar atau hanya untuk mendapat pekerjaan tapi lebih dari yaitu mengajarkan nilai-nilai luhur yang menjadi warna cara pandang dan pilihan hidupnya kelak. 

Tentu saja nilai-nilai luhur yang dikembangkan oleh satu keluarga dengan keluarga lainnya berbeda, salah satu nilai-nilai luhur yang kami kembangkan dalam mendidik Oude adalah membantu Oude membangun mimpi – mimpi besar dalam hidupnya. 

Cara yang kami lakukan adalah dengan mengekspose ide-ide besar baik itu berasal dari biografi orang-orang yang memiliki mahakarya yang besar juga mimipi-mimpi besar yang dapat kami wujudkan secara bersama. 

Salah satunya adalah mimpi yang kami bangun bersama adalah pergi ke luar negeri dan berkeliling dunia, pengalaman saya ketika belajar dan mengelilingi beberapa Negara dieropa membuat mimpi-mimpi kami ini nyata bagi Oude.

Mimpi-mimpi ini lalu kami hubungkan dengan kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh Oude,  lalu kami menghidupkan mimpi itu dalam setiap kegiatan yang kami lakukan, misalnya kami mengaitkan agar Oude belajar bahasa Inggris karena untuk bisa berkeliling dunia kita harus bisa berbahasa inggris, kami berlangganan TV berbayar dirumah sebagai bentuk investasi kami untuk mengekspose Oude dengan dunia international. 


Tidak hannya itu, gagasan-gagasan tentang ide-ide besar juga kami dapatkan dari mendiskusikan orang –orang besar dengan temuan-temuan master piece mereka, melalui biographi dan perjuangan mereka meraih cita-cita besar mereka.  Diantara beberapa tokoh yang kami diskusikan adalah Steve Job dengan penemuan Apple dan Michela Jackson dengan lagu-lagunya yang mendunia.

Diskusi diawali dengan bagaimana tokoh-tokoh tersebut membangun dan menggapai mimpi-mimpi mereka, juga diselip berbagai tantangan dan hambatan yang mereka lalui untuk mencapai cita-cita tersebut.

Salah satu hal menarik dari cerita Steve Job bagi Oude  bahwa Steve Job kecil adalah anak yang dianggap bodoh, malah mengindap disleksia yang sering dicemoohkan orang, namun menemukan minat dan ketertarikannya di computer lalu dia membangun mimpinya untuk menjadi pembuat computer hebat didunia.  Penekanan yang saya coba tekankan adalah bagaimana sebuah prestasi itu berasal dari passion, lalu kerja keras, pantang menyerah untuk mewujudkan passion tersebut.

Cerita tentang micheal Jackson juga menyentuh Oude, bagaimana Oude membangun simpatinya pada Jakco kecil yang sering dikasari oleh Ayahnya dan mengalami diskriminasi karena berkulit hitam yang ditanggal di Amerika, tapi memiliki tekat kuat untuk menjadi penyanyi dan berusaha keras untuk mewujudkannya.

Cerita-cerita itu kami terus ceritakan untuk mengajarkan pada Oude bahwa orang-orang besar itu tidak terjadi secara kebetulan tapi perlu kerja keras, keteguhan hati dan pantang menyerah.  (Bersambung).

Senin, 09 September 2013

Belajar Disiplin Dari Hati

Belajar dari gagasan charlotte Mansion tentang pendidikan yang terfokus pada building habit, atmosphere dan discipline, aku memahami bahwa pendidikan bukan hanya memasukkan materi pengetahuan dalam pikiran anak, tapi bagimana menciptakan situasi yang membuat anak tertarik untuk belajar, menciptakan kebiasan-kebiasaan baik juga disiplin.  Nah kali ini aku ingin berbagi tentang kisah kami yang terjadi tadi malam dalam upaya mendisiplin dan membangun kebiasaan baik untuk Oude, salah satunya adalah sikat gigi, (kirain serius ya…ternyata cuma sikat gigi, he he he.  Tapi bagi kami disiplin itu dimulai dari hal-hal kecil, salah satunya ya kebiasaan sikat gigi sebelum tidur).

Seperti biasa, sebelum tidur oude menyikat giginya terlebih dahulu, namun tadi malam Oude sibuk dengan menonton TV hingga jam sudah menunjukkan pukul 20.30, bundapun segera mengingatkan, “Oude, can you brush your teeth now?”, bak petir yang menyambar disiang bolong, sangat mengagetkanku tiba-tiba Oude menjawab, no…Bunda, this time I wont brush my teeth.  Awalnya aku pikir karena Oude masih serius dengan film favoritenya.  Aku diam saja, sembari melanjutkan pekerjaanku.  Hampir 10 menit aku menyadari Oude belum beranjak dari tempat duduknya, kembali aku ingatkan, Oude, ayo sikat gigi, sudah waktunya untuk tidur, anak pintarku ini kembali menjawab yang meluluh lantakkan semangat perjuanganku mendiplinkan anak laki-laki hebat ku ini, “Oude enggak mau sikat gigi, dengan tegasnya, seakan-akan dia ingin menyatakan keteguhan dan kesungguhan keinginannya itu.  Bukan karena Oude tidak mau sikap gigi yang membuatku gundah, tapi semangat perlawananya yang membuatku merasa, oh my god, anakku sudah besar, dia bukan balita lagi, cara melarang dan anjuranku ku harus mengikuti perkembangan usianya yang sudah mulai kritis dengan apapun.  “Kenapa”? Tanyaku ingin mengetahui, karena tak biasanya Oude menolak permintaanku dengan begitu tegasnya.  “Tak ada apa-apa, Oude hanya malas, boleh malam ini tidak menggosok gigi”?.  Dia mulai menawar lagi dan melihat keseriusanku.  “Ok, begini saja, boleh bunda minta Oude menyikat gigi untuk bunda malam ini, dan kita akan membicarakan sesuatu yang penting setelah itu, bunda tunggu dikamar ya?.  “Ok, Oude menjawab, sepertinya dia tidak bisa menolak permintaanku ini, tapi dengan sangat berat dia beranjak dari depan TV, mematikannya dan segera kekamar mandi. 

Akupun shalat Isya dan melihat buku-buku yang akan akan dibaca Oude malam ini (ini juga salah satu kebiasaan yang kami lakukan sejak Oude kecil untuk membacakan cerita, kebiasaan ini masih bertahan sampai sekarang, Oude sudah berumur 7 tahun). 

Setelah mendiskusikan bacaan Oude, lalu aku bertanya pada laki-laki kecil calon pemimpin masa depan ini, “apa Oude tahu kenapa bunda selalu mengingatkan Oude untuk sikat gigi sebelum tidur, dan bunda enggak akan pernah capek-capeknya mengingatkan Oude untuk melakukan apapun yang baik untuk Oude. Termasuk sikat gigi? “ya…Oude tahu, jawabnya, seolah enggan untuk melanjutkan pembicaraan ini.  Lalu aku menambahkan, bunda menyuruh Oude sikat gigi karena ini untuk kebaikan oude, bayangkan oude tidur dengan gigi kotor, kuman-kuman sisa makanan digigi akan tertinggal dan berkembang biak selagi Oude tidur dan ini akan merusak gigi", ya Oude tahu, jawab Oude masih menunjukkan sikap yang sama, tidak bersemangat.  (Aku berpikir untuk mencari bahan di internet tentang gigi untuk bahan belajar Oude berikutnya). 

Ok, aku tahu bagaimana menyentuh perasaannya, “Oude, tau? kalo Oude itu bukan milik bunda, tapi titipan Allah untuk ayah bunda, Oude tau maksudnya”? tanyaku.  Aku ingin tahu apakah dia paham dengan ucapanku ini, "maksudnya, Allah memilih bunda dan ayah sebagai orang tua untuk menjaga dan merawat juga mendidik Oude.  Jadi ayah dan bunda bertangung jawab untuk membantu Oude menjadi anak yang baik, sehat dan bertangung jawab untuk dirinya”, demikian aku melanjutkan.  Kalau Bunda tidak menegur waktu Oude melakukan kesalahan, nanti Allah akan meminta pertangung jawaban bunda diakhirat nanti.  “hei…Musda kenapa anakkmu tidak kamu didik dengan baik?, begitu salah satu pertanyaan yang harus bunda jawab", aku terus berusaha untuk membuat Oude paham.  Oude terdiam, aku tahu sesuatu sedang bekerja dalam pikirannya, tiba-tiba ekspresinya mencair…walaupun aku tak tau apa yang diserap oleh Oude dari perbincangan ini, tapi tiba-tiba Oude memelukku dan berujar, "Bunda, nanti Oude akan bilang sama Allah, you are my best mom ever,  surga apa yang paling bunda suka? Oude suka dengan surga jannatul Firdaus, karena  terbuat dari emas merah, Oude harap nanti diakhirat kita sama-sama tinggal disurga jannatul Firdaus ya ?".  Aku dekap laki-laki kecilku ini, sejenak hening, kami sama-sama tenggelam dalam kedalaman rasa yang cuma kami yang tahu.  Kutahan air mataku, dalam hati aku berdoa, Ya…Allah mampukan aku mendidik anak laki-lakiku ini menjadi hamba yang Engkau harapkan. Amin. 

 

 



Kamis, 05 September 2013

Belajar Dari keseharian.


        Meskipun tidak dibuat secara teratur  namun selalu diusahakan secara konsisten agar Oude mempersiapkan dan merencanakan apa yang dilakukan setiap hari, termasuk materi yang akan Oude pelajari. Kami tidak merencanakan secara detail materi pelajaran apa yang akan dipelajari Oude, namun mood Oude dan ketertarikannya terhadap materi tertentu yang sering  kami jadikan acuan.  Inilah salah satu keuntungan dari belajar dirumah, materi belajar dapat dirubah berdasarkan minat anak.  Kadang dimulai dengan membaca, atau menulis.  Kadang dimulai dengan bercerita dan menggambar atau mewarnai.   Subjek belajar juga bisa apa saja tergantung dari aktifitas yang dilakukan.  Mandi dikamar mandi maka air menjadi objek belajar.  Oude belajar tentang berat benda dan belajar tentang sifat-sifat air, sambil melakukan eksperimen.   Kalau kami sedang bepergian, maka Oude belajar tentang jenis-jenis kendaraan, bahan bakar dan dan kecepatan.  Jika kami kelaut maka kita akan mendiskusikan tentang binatang dibawah laut.  Proses belajarpun berasal dari kegiatan keseharian, hari ini Oude membersihkan bak mandi sambil  bersenang-senang didalam nya, dengan penuh semangat ia mengatakan padaku,” Bunda, Oude menemukan cara baru membersihkan bak mandi”, ternyata cara baru yang dimaksudkan adalah mengosok dengan kaki.    
         Aku jadi teringat dengan konsep belajar yang menyenangkan yang banyak ditawarkan oleh sekolah-sekolah, menurutku belajar yang menyenangkan adalah ketika anak menikmati proses belajarnya secara optimal, maka inilah proses belajar yang sesungguhnya. 
         Belajar menyenangkan tidak meskinya hanya dipahami  belajar sambil melompat-lompat atau sambil bernyanyi dan tertawa, tapi bagaimana melakukan proses belajar yang menghadirkan totalitas anak didalam setiap proses.  Sehingga belajar betul-betul dilakukan dengan menggali segenap rasa ingin tahu anak dan menciptakan suasana yang memungkinkan anak mengembangkan dan memenuhi rasa ingin tahu tersebut.
Ketika sianak telah menunjukkan ketertarikannya dengan materi pelajaran tertentu maka yang perlu dilakukan selanjutnya oleh orang tua adalah membangun rasa ingin tahu anak (curiosity) lalu mengarahkan dan memperkenalkan anak dengan sumber pengetahuan yang variatif tidak hanya dari buku paket tapi juga internet, eksiklopedia atau buku-buku dari perpustakaan dan membantu agar anak dapat mengakes beragam sumber pengetahuan tersebut, satu lagi seperti yang sering kami lakukan didalam proses belajar dirumah kami adalah menggunakan game sebagai instrument belajar. Link biasa kami pakai untuk belajar diantaranya adalah www.pbskidsgame.com, www.starfall.com.
         Proses belajar inilah yang kami coba terapkan pada anak laki-laki kami, Oude.  Senang melihat ekspresi Oude yang sangat menikmati proses belajarnya.   Teruslah bertanya untuk memenuhi rasa ingin tahumu, nak….karena begitulah kita belajar. (Bunda)

Kisah Oude dan Sekolah

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya cerdas, pintar dan memiliki karakter yang baik dalam hidupnya. Sehingga banyak orang tua meyakini mengantarkan anak kesekolah secepat mungkin adalah cara yang terbaik untuk mewujudkan keinginan tersebut. Begitu juga dengan kami, waktu kami pindah ke Punge Jurong Banda Aceh, tak jauh dari rumah kami terdapat PAUD plus sekolah TK yang menawarkan program pendidikan yang menurutku beda dengan pendekatan sekolah-sekolah lain.  Akhirnya kami pun memilih untuk mendaftarkan Oude kesekolah ini pada usia 2 tahun, “paling tidak, Oude akan punya banyak teman untuk bermain, dan ada fasilitator yang mengarahkan permainan yang terstruktur sesuai dengan perkembangan anak”, demikian pikirku.
   Namun ternyata ini adalah keputusan yang salah, Oude tidak nyaman dengan sekolahnya, awalnya aku pikir hal yang biasa  anak menangis dan meronta-ronta pada saat ditinggal kesekolah untuk pertama kali, sebagai proses normal berpisah dari orang tua dan masuk kedunia yang baru.  Ternyata ritual perpisahan antara Oude dan maknyak selalui diwarnai air mata yang bercucuran.  3 bulan pertama tangisannya tak begitu kencang setelah dibujuk dan melihat rabbit oleh miss oude lalu diam.  Tapi setelah hampir setahun situasinya tambah buruk Oude sering sakit secara tiba-tiba badannya bisa panas, wah...ini sudah tidak wajar menurutku.  Akhirnya kami say good bye dengan sekolah itu. 
Meskipun anakku tak mau sekolah, aku bisa menerima karena memang waktu itu Oude masih sangat muda, muncul juga kekahawatiranku bagaimana jika Oude memang tak suka dengan sekolah.  Ketika mencapai umur 4 tahun dan telah siap untuk masuk TK A, kembali aku ajak Oude untuk melihat-lihat sekolah.  Meskipun tak begitu menunjukkan ketertarikan, Oude akhirnya mau sekolah juga disalah satu TK di Lampriet Banda Aceh.  Tak dinyana ternyata hanya bertahan 1 tahun Oude kembali bilang, “Bunda, oude enggak mau sekolah lagi”.  Dengan berat hati karena tak ingin memaksa dan mengingat pengalaman lalu, aku mengiyakan permintaan Oude.  Setelah berhenti 2 bulan, Oude aku antar kembali kesekolah. Meskipun ada penolakan namun gurunya mampu mendekati dengan mengajak membaca buku, cara yang memang paling ampuh untuk membujuk Oude.  Setelah itu kembalilah lagi Oude belajar disekolah.   Setelah libur semester pertama, Oude bilang, can I study at home with you, mom?.  Kali ini aku tak kuasa untuk menyatakan tidak lagi
Permintaan Oude itu begitu menusuk hatiku, Ya...Allah aku telah mendholimi anakku dengan memaksa dia pergi kesekolah.  Pada awal aku mendengar permintaan Oude untuk berhenti sekolah 1 tahun lalu, aku panik.....sebagai orang yang sangat percaya dengan dunia pendidikan dan begitu semangat untuk bersekolah, aku merasa sedih, anakku tak suka sekolah.  Namun saat ini aku merasa baik-baik saja,  seiring berjalannya waktu aku terus mencari informasi diinternet, berdiskusi dengan psikolog anak dan aku banyak mendapat pencerahan setelah bergabung disalah satu milis sekolah rumah.  Milis ini membantuku menemukan cara pandang baru terhadap sekolah dan pendidikan. 
Dari milis homeshoolers Indonesia, aku belajar tentang homeschooling dan bertemu secara virtual dengan praktisi homeschooling.  Dari mereka aku belajar bahwa homeschooling adalah sebuah gerakan sosial lahir karena kritik terhadap pendidikan formal yang justru menyempitkan makna pendidikan pada buku paket, ujian, nilai dan ijazah.  Lalu mereka menyelenggarakan sendiri pendidikan bagi anak mereka dirumah, sungguh sebuah komitmen dan upaya yang sangat mengagumkan menurutku. 
Berkenalan dengan milis ini mula membuatku percaya diri untuk memulai homeschooling bagi Oude, namun tentu tak mudah banyak hal yang harus disesuaikan mengingat aku juga bekerja meskipun hanya mengajar dalam beberapa jam sehari.  Kali ini aku merasa tenang  meskipun Oude tak sekolah namun aku tetap dapat menyelenggarakan pendidikan bagi anak laki-lakiku. 
Cerita tentang Oude ini menyadarkanku bahwa tak semua anak nyaman dengan sekolah.  Ketidaknyamanan itu bisa karena teman yang tidak disukai, Oude pernah cerita  kalau dia tak menyukai teman2nya dan lebih memilih untuk main sendiri karenanya menurutnya teman-temannya itu suka permainan kekerasan, sesuatu yang tak ia sukai.    Dalam belajar Oude suka sambil bercerita dan tanya jawab, kebutuhan ini yang juga tak terpenuhi disekolah, sering Oude mengeluhkan bahwa dia capek disekolah, belajarnya tak menyenangkan katanya.
Setelah Libur semester  Oude kembali bilang “ Bunda, I am not going to school any more,  can learn at home only?.  Anakku tak mau sekolah tapi dia suka belajar, dia bertanya apa saja untuk memenuhi rasa ingin tahunya, kesempatan inilah yang tidak Oude temukan disekolah karena memang sekolah tidak melihat kebutuhan anak secara  khusus, sementara pendidikan sekolah dirancang secara masal untuk anak yang banyak.  Oude tak sekolah bukan berarti tak belajar, Oude mengajarkanku bahwa sekolah hanya salah satu tempat belajar, bahwa tempat belajar bisa dimana saja, belajar dari  benda-benda yang ada dirumah, membicarakan tentang pohon yang seakan berkejaran ketika kami didalam mobil atau ketika kami sedang makan direstoran semuanya menjadi bahan diskusi dan pembelajaran yang tak habis-habisnya. Senang melihat Oude demikian antusias bertanya.  Gurunya bisa siapa saja, kadang aku , supir labi-labi, tukang bengkel atau google sebagai sumberbelajar yang tak terbatas.   Sekarang ini Oude lagi suka belajar tentang paus, aku juga belajar dari Oude bahwa paus bukanlah ikan tapi jenis mamalia laut.  Hmm...ternyata demikianlah disekolah rumah anak dan orang tua bisa saling belajar bersama. (Bersambung)

Selasa, 03 September 2013

Karya Pertama Oude


Ini adalah tulisan Oude pertama, meskipun saya masih membantu mengetik namun secara ide dan pilihan kata murni dari Oude.  kegiatan menulis ini merupakan perkembangan dari kebiasaan membaca yang telah kami lakukan sejak Oude kecil.  Jika awalnya Oude membaca buku-buku dibantu oleh ayah dan bunda dengan cara Read a load  kini Oude sudah bisa membaca sendiri, materi bacaannya pun sudah lebih beragam, saat ini Oude mulai saya perkenalkan membaca buku-buku sastra, salah satu buku kesukaan Oude adalah buku yang berjudul Laba-Laba dan Jaring Kesayangannya Karya E.B. White.  Dari kebiasaan membaca sekarang Oude sedang kami latih untuk belajar menulis, berikut adalah karya pertama Oude. 

Bintang Kecil Yang Sedih
Ditulis oleh : Oude.R.M.Naruziqy

Pada suatu hari dilangit yang gelap hidup seorang bintang yang sangat besar dan ada sesuatu yang aneh yang terjadi lahirnya  bintang   yang cacat. Dia kecil, ia sedih, dia diejek oleh teman-teman si pendek dan ia sangat bersedih dan kemudian dia bersedih sampai enam bulan.  Tetapi dia menemukan kelebihannya sendiri meskipun kecil namun cahayanya sangat besar dan tapi dia masih sedih karena dia belum tahu kemampuannya itu, pada suatu malam semua bintang datang untuk bersinar waktu dia bersinar …..tuing……cahayanya sangat bersinar, semua bintang sampai tidak bisa melihatnya dan kemudian dia pergi ketengah-tengah bintang itu dan dia bersinar sebesar mungkin, tapi dia masih diejek sebagai bintang kecil akan tetapi satu planet ingin salah satu bintang besar menyinarinya, tapi bintang itu menjawab tidak karena dia sombong sekali dari ukurannya, padahal bintang itu lebih besar dari planet dan datang sibintang kecil, meskipun dia kecil cahayanya sangat besar dan datang satu planet lagi yang ingin bintang besar menyinarinya tapi bintang besar menjawab tidak.  Datang sibintang kecil dengan satu planet dan bintang kecil bilang “aku akan menyinarimu meskipun aku kecil aku bersinar sangat besar dan lalu datang ribuan planet Dari seluruh arah, dia memint bintang kecil menyinarinya, beberapa tahun kemudian bintang besar menjadi tua ia kesepian karena dia menjawab tidak untuk menyinari planet dan mengejek bintang kecil dan sekarang bintang kecil itu adalah matahari kita. Tamat.
Pesan moral : Jangan mengejek