Selasa, 10 September 2013

Berbagi Mimpi Bersama Oude

Salah satu point penting yang aku catat dari membaca pikiran-pikiran Charlotte Mansion adalah Children learn to get ideas,  artinya anak-anak belajar untuk memperoleh gagasan dari lingkungannya, terutama dari orang tua.  Gagasan itu sendiri meminjam istilah yang dipakai oleh mas Aar  bagaikan “virus spiritual yang bisa berkembang biak dalam pikiran anak.  Kata CM gagasan-gagasan itu haruslah berasal dari ide-ide yang besar, untukku gagasan-gagasan ini akan diterima oleh anak sebagai makanan bagi jiwa mereka.

Sehingga bagi kami mendidik Oude tidak hanya untuk menjawab kebutuhan pasar atau hanya untuk mendapat pekerjaan tapi lebih dari yaitu mengajarkan nilai-nilai luhur yang menjadi warna cara pandang dan pilihan hidupnya kelak. 

Tentu saja nilai-nilai luhur yang dikembangkan oleh satu keluarga dengan keluarga lainnya berbeda, salah satu nilai-nilai luhur yang kami kembangkan dalam mendidik Oude adalah membantu Oude membangun mimpi – mimpi besar dalam hidupnya. 

Cara yang kami lakukan adalah dengan mengekspose ide-ide besar baik itu berasal dari biografi orang-orang yang memiliki mahakarya yang besar juga mimipi-mimpi besar yang dapat kami wujudkan secara bersama. 

Salah satunya adalah mimpi yang kami bangun bersama adalah pergi ke luar negeri dan berkeliling dunia, pengalaman saya ketika belajar dan mengelilingi beberapa Negara dieropa membuat mimpi-mimpi kami ini nyata bagi Oude.

Mimpi-mimpi ini lalu kami hubungkan dengan kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh Oude,  lalu kami menghidupkan mimpi itu dalam setiap kegiatan yang kami lakukan, misalnya kami mengaitkan agar Oude belajar bahasa Inggris karena untuk bisa berkeliling dunia kita harus bisa berbahasa inggris, kami berlangganan TV berbayar dirumah sebagai bentuk investasi kami untuk mengekspose Oude dengan dunia international. 


Tidak hannya itu, gagasan-gagasan tentang ide-ide besar juga kami dapatkan dari mendiskusikan orang –orang besar dengan temuan-temuan master piece mereka, melalui biographi dan perjuangan mereka meraih cita-cita besar mereka.  Diantara beberapa tokoh yang kami diskusikan adalah Steve Job dengan penemuan Apple dan Michela Jackson dengan lagu-lagunya yang mendunia.

Diskusi diawali dengan bagaimana tokoh-tokoh tersebut membangun dan menggapai mimpi-mimpi mereka, juga diselip berbagai tantangan dan hambatan yang mereka lalui untuk mencapai cita-cita tersebut.

Salah satu hal menarik dari cerita Steve Job bagi Oude  bahwa Steve Job kecil adalah anak yang dianggap bodoh, malah mengindap disleksia yang sering dicemoohkan orang, namun menemukan minat dan ketertarikannya di computer lalu dia membangun mimpinya untuk menjadi pembuat computer hebat didunia.  Penekanan yang saya coba tekankan adalah bagaimana sebuah prestasi itu berasal dari passion, lalu kerja keras, pantang menyerah untuk mewujudkan passion tersebut.

Cerita tentang micheal Jackson juga menyentuh Oude, bagaimana Oude membangun simpatinya pada Jakco kecil yang sering dikasari oleh Ayahnya dan mengalami diskriminasi karena berkulit hitam yang ditanggal di Amerika, tapi memiliki tekat kuat untuk menjadi penyanyi dan berusaha keras untuk mewujudkannya.

Cerita-cerita itu kami terus ceritakan untuk mengajarkan pada Oude bahwa orang-orang besar itu tidak terjadi secara kebetulan tapi perlu kerja keras, keteguhan hati dan pantang menyerah.  (Bersambung).

1 komentar:

  1. Sebuah sharing yang bermanfaat, Kakak. Mungkin sesekali kita juga bisa membuka kembali kelas bedah karya. Terima kasih sudah datang di kelas menulis kemarin.

    BalasHapus