Belajar dari gagasan charlotte Mansion tentang pendidikan yang
terfokus pada building habit, atmosphere dan discipline, aku memahami bahwa pendidikan
bukan hanya memasukkan materi pengetahuan dalam pikiran anak, tapi bagimana
menciptakan situasi yang membuat anak tertarik untuk belajar, menciptakan
kebiasan-kebiasaan baik juga disiplin.
Nah kali ini aku ingin berbagi tentang kisah kami yang terjadi tadi
malam dalam upaya mendisiplin dan membangun kebiasaan baik untuk Oude, salah
satunya adalah sikat gigi, (kirain serius ya…ternyata cuma sikat gigi, he he
he. Tapi bagi kami disiplin itu dimulai
dari hal-hal kecil, salah satunya ya kebiasaan sikat gigi sebelum tidur).
Seperti biasa, sebelum tidur oude menyikat giginya terlebih
dahulu, namun tadi malam Oude sibuk dengan menonton TV hingga jam sudah
menunjukkan pukul 20.30, bundapun segera mengingatkan, “Oude, can you brush your
teeth now?”, bak petir yang menyambar disiang bolong, sangat mengagetkanku
tiba-tiba Oude menjawab, no…Bunda, this time I wont brush my teeth. Awalnya aku pikir karena Oude masih serius
dengan film favoritenya. Aku diam saja,
sembari melanjutkan pekerjaanku. Hampir
10 menit aku menyadari Oude belum beranjak dari tempat duduknya, kembali aku
ingatkan, Oude, ayo sikat gigi, sudah waktunya untuk tidur, anak pintarku ini
kembali menjawab yang meluluh lantakkan semangat perjuanganku mendiplinkan anak
laki-laki hebat ku ini, “Oude enggak mau sikat gigi, dengan tegasnya,
seakan-akan dia ingin menyatakan keteguhan dan kesungguhan keinginannya
itu. Bukan karena Oude tidak mau sikap
gigi yang membuatku gundah, tapi semangat perlawananya yang membuatku merasa,
oh my god, anakku sudah besar, dia bukan balita lagi, cara melarang dan
anjuranku ku harus mengikuti perkembangan usianya yang sudah mulai kritis
dengan apapun. “Kenapa”? Tanyaku ingin
mengetahui, karena tak biasanya Oude menolak permintaanku dengan begitu
tegasnya. “Tak ada apa-apa, Oude hanya
malas, boleh malam ini tidak menggosok gigi”?.
Dia mulai menawar lagi dan melihat keseriusanku. “Ok, begini saja, boleh bunda minta Oude
menyikat gigi untuk bunda malam ini, dan kita akan membicarakan sesuatu yang
penting setelah itu, bunda tunggu dikamar ya?.
“Ok, Oude menjawab, sepertinya dia tidak bisa menolak permintaanku ini,
tapi dengan sangat berat dia beranjak dari depan TV, mematikannya dan segera
kekamar mandi.
Akupun shalat Isya dan melihat buku-buku yang akan akan dibaca
Oude malam ini (ini juga salah satu kebiasaan yang kami lakukan sejak Oude
kecil untuk membacakan cerita, kebiasaan ini masih bertahan sampai sekarang,
Oude sudah berumur 7 tahun).
Setelah mendiskusikan bacaan Oude, lalu aku bertanya pada
laki-laki kecil calon pemimpin masa depan ini, “apa Oude tahu kenapa bunda
selalu mengingatkan Oude untuk sikat gigi sebelum tidur, dan bunda enggak akan
pernah capek-capeknya mengingatkan Oude untuk melakukan apapun yang baik untuk
Oude. Termasuk sikat gigi? “ya…Oude tahu, jawabnya, seolah enggan untuk
melanjutkan pembicaraan ini. Lalu aku
menambahkan, bunda menyuruh Oude sikat gigi karena ini untuk kebaikan oude,
bayangkan oude tidur dengan gigi kotor, kuman-kuman sisa makanan digigi akan tertinggal
dan berkembang biak selagi Oude tidur dan ini akan merusak gigi", ya Oude
tahu, jawab Oude masih menunjukkan sikap yang sama, tidak bersemangat. (Aku berpikir untuk mencari bahan di internet
tentang gigi untuk bahan belajar Oude berikutnya).
Ok, aku tahu bagaimana menyentuh perasaannya, “Oude, tau? kalo
Oude itu bukan milik bunda, tapi titipan Allah untuk ayah bunda, Oude tau
maksudnya”? tanyaku. Aku ingin tahu
apakah dia paham dengan ucapanku ini, "maksudnya, Allah memilih bunda dan
ayah sebagai orang tua untuk menjaga dan merawat juga mendidik Oude. Jadi ayah dan bunda bertangung jawab untuk
membantu Oude menjadi anak yang baik, sehat dan bertangung jawab untuk
dirinya”, demikian aku melanjutkan.
Kalau Bunda tidak menegur waktu Oude melakukan kesalahan, nanti Allah
akan meminta pertangung jawaban bunda diakhirat nanti. “hei…Musda kenapa anakkmu tidak kamu didik
dengan baik?, begitu salah satu pertanyaan yang harus bunda jawab", aku
terus berusaha untuk membuat Oude paham.
Oude terdiam, aku tahu sesuatu sedang bekerja dalam pikirannya,
tiba-tiba ekspresinya mencair…walaupun aku tak tau apa yang diserap oleh Oude
dari perbincangan ini, tapi tiba-tiba Oude memelukku dan berujar, "Bunda,
nanti Oude akan bilang sama Allah, you are my best mom ever, surga apa
yang paling bunda suka? Oude suka dengan surga jannatul Firdaus, karena
terbuat dari emas merah, Oude harap nanti diakhirat kita sama-sama
tinggal disurga jannatul Firdaus ya
?". Aku dekap laki-laki kecilku ini, sejenak hening, kami sama-sama
tenggelam dalam kedalaman rasa yang cuma kami yang tahu. Kutahan air mataku, dalam hati aku berdoa,
Ya…Allah mampukan aku mendidik anak laki-lakiku ini menjadi hamba yang Engkau
harapkan. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar