Pada dasarnya ada dua aliran hypnosis yang
berkembang, pertama adalah hypnosis ala Barat yang menekankan pada teori yang
menggunakan struktur bahasa dalam mempengaruhi kesadaran seseorang, namun
aliran timur banyak berhubungan dengan hal-hal supranatural.
Namun pendekatan yang akan
digunakan dalam tulisan ini adalah hypnosis dalam terminology Barat yang
bersifat ilmiah dan dapat dijelaskan dengan kerangka dan logika yang jelas.
Selanjutnya apa itu parenting? parenting adalah segala sesuatu yang berusan
dengan tugas-tugas orang tua dalam mendidik dan membesarkan
anak. Parenting disini hendaknya dipahami secara luas, bahwa
proses pendidikan yang dilakukan oleh guru pada dasarnya juga adalah parenting,
apa bila kegiatan tersebut sarat dengan nilai-nilai pendidikan.
Tidaklah mudah melakukan tugas ini, kesiapan orang tua dan pendidik mutlak
diperlukan.
Namun
sampai saat ini belum ada sekolah yang khusus mencetak orang tua yang baik,
biasanya pola pengasuhan sebuah keluarga diwariskan secara turun temurun, dan
kecendrungan dari kita untuk belajar dari bagaimana orang tua kita
memberlakukan kita.
Demikianlah cara pengasuhan anak kita sangat
didpengaruhi oleh pengalaman-pengalaman kita dan orang tua kita sendiri.
Padahal perkembangan dunia terus berubah apakah itu akibat dari globalisasi
atau digitalisasi yang ditandai dengan penyebaran informasi yang tak terbendung
dan cepat, situasi inilah yang mempengaruhi gaya hidup kita dan persoalan yang
dialami oleh anak-anak kita, sesuatu yang berbeda dengan era ketika kita kecil
dahulu.
Tuntutan
zaman sekarang amat membutuhkan pribadi anak yang tangguh secara fisik, mental
dan spiritualitas. Karenanya persoalan yang kita alami jelas berbeda
dengan permasalahan yang dialami oleh anak-anak dewasa ini, belajar dari
pengalaman dari cara orang tua kita mendidik kita waktu kecil dapat saja
dilakukan namun dalam banyak hal juga perlu diadaptasi dengan pola pengasuhan
yang terus menerus berubah dan relevan dengan situasi saat ini.
Hipnoparenting
adalah sebuah pilihan strategi atau cara dalam mendidik dengan memahami
cara kerja otak, serta menggunakan struktur bahasa yang dapat dipahami oleh
pikiran anak. Bagaimana Hipnoparenting dapat dilakukan?
Dalam
terminology ilmu tentang pikiran, kesadaran manusia dibedakan menjadi pikiran
sadar dan pikiran bawah sadar. Alam sadar kita mempengaruhi cara
kita berpikir, menganalisa, memahami dan mengambil keputusan. Namun
pikiran bawah sadar mempengaruhi kesadaran kita lebih dominan dibandangkan alam
sadar. Pikiran bawah sadar mengendalikan hampir 88% pemikiran dan
tindakan manusia.
Jika
alam sadar memiliki kemampuan untuk menyaring informasi, alam bawah sadar tidak
menolak apapun yang diterima melalui kelima panca indera kita. Mengutip
dari buku yang ditulis oleh Napolean Hill berjudul Think and Grow Rich oleh
Eva Imania Eliasa, pikiran bawah sadar selalu aktif. Jika kita tanamkan
keinginan kedalamnya, maka dia akan merespon informasi dan pikiran apapun yang
kita masukkan kedalam alam bawah sadar. Semua impuls pikiran baik itu
pikiran positif maupun negatif selalu mencapai pikiran bawah sadar.
Disamping itu, pikiran bawah sadar mempunyai fungsi yang lebih
kompleks.
Kesadaran
anak-anak masih amat didominasi oleh pikiran bawah sadarnya, semakin dewasa seseorang
atau pendidikan yang diterima seseorang mengakibatkan sedikit demi sedikit alam
sadar yang mendominasi. Bayangkan, dalam pergaulan sehari-hari dengan
anak-anak kita, setiap kata yang kita keluarkan baik itu negatif maupun positif
akan mempengaruhi cara pandang dirinya. Misalnya, kita sering
mengeluarkan kata-kata yang negatif, seperti., “.Kamu bodoh, soal gampang saja
tak bisa kamu jawab!. Maka secara bertahap informasi ini akan diserap
oleh alam bawah sadar lalu membentuk pencitraan terhadap dirinya, karena alam
bawah sadar anak adalah tempat dimana konsep diri anak terbentuk yang diterima
dari proses berinteraksi dengan orang tua maupun lingkungannya.
Berbicara
tentang konsep diri maka ada 3 apsek penting yang perlu diperhatikan didalamya
yaitu diri ideal, citra diri dan harga diri. Konsep diri ini terkait
dengan semangat tinggi, keyakinan, dan kepercayaan yang positif serta
kreatifitas yang tanpa henti, keuletan, keberanian menempuh hidup, ketegaran
dan kemampuan mempelajari hal-hal yang baru. Dengan demikian, apakah
konsep diri ini terbentuk secara proses atau secara otomatis?
Dalam
hipnoparenting proses pembentukan konsep diri positif anak dibentuk
berdasarkan pola pengasuhan yang baik. Bagimana cara melakukannya?
caranya adalah dengan menanamkan nilai-nilai posisitif dengan menggunakan
kata-ata yang posistif kedalam kesadaran anak secara berulang-ulang.
Penggunaan
kata-kata menjadi yang sering dipilih oleh orang tua dalam berinteraksi dengan
anak, maka kata-kata itulah yang akan membentuk diri anak, kemudian anak-anak
akan mengembangkan konsep dirinya melalui pergaulan dengan lingkungannya,
dengan demikian begitu pentingnya orang tua memahami cara berpikir anak, dan
secara cermat memilih kata-kata, karena itu akan berdampak pada kehidupan
anak dimasa depan dan sepanjang hidupnya.
Selalu
menggunakan kalimat positif dalam berinteraksi sejalan dengan cara kerja
kesadaran anak masih sangat didominasi oleh pikiran alam bawah sadar, alam
bawah sadar tidak memahami kalimat yang negatif.
Jika
selama ini kita menganggap bahwa anak kita bandel karena tidak mengikuti
perintah kita, mungkin ada yang salah dari cara kita mengintruksi, bukan anak
yang bandel tapi pikirannya tidak mampu memahami perintah kita. Kalimat
yang sering kita gunakan misalnya, “ kalo adek menyebrang jalan, jangan
lari-lari ya! kata jangan sesuatu yang tak dapat dipahami pikiran anak, namun
kata yang dipahami adalah lari, makanya yang dilakukan adalah lari.
Dengan memahami cara bekerja alam bawah sadar, sepatutnya intruksi yang kita
berikan adalah, “jika adek nyebrang, jalannya pelan-pelan ya!. Maka pikiran
bawah sadar anak akan memahami yang dia harus lakukan adalah jalan
pelan-pelan. Demikianlah, bahwa kata-kata yang kita pakai akan sangat
menentukan prilaku anak.
Hal
lain yang juga terkait erat dengan hypnoparenting adalah selalu menciptakan
suasana Rumah yang Positif. Rumah adalah tempat dimana anak tidak saja
untuk tumbuh tapi juga berkembang secara mental dan emosional. Tak
berlebihan jika ada yang mengatakan bahwa rumah adalah sekolah pertama bagi
anak dan orang tua adalah guru pertama anak.
Pembentukan
sikap anak amat ditentukan dari bagaimana situasi rumah diciptakan.
Kondisi yang positif, pujian-pujian dan penghargaan sepenuh hati dan
tulus yang diberikan orang tua terhadap sekecil apapun dari kreatifitas
sianak akan sangat berperan dalam proses penciptaan kebiasaan-kebiasan
posistif serta menumbuhkan sikap dan sifat yang posistif juga bagi sianak
juga.
Berdasarkan
uraian diatas, maka proses pembentukan kepribadian dan konsep diri anak
adalah sesuatu yang bersifat nurture (pendidikan) bukan bersifat
natural. Pendidikan dan pola pengasuhan yang baik yang dimulai dari rumah
akan amat mempengaruhi bagaimana kwalitas seorang anak. Orang tua adalah
element yang paling menentukan dalam pembentukan ini, nilai-nilai yang ditanam
didalam keluaraga secara berulang-ulang akan terpatri dalam bawah sadar anak
yang kemudian akan menjadi nilai-nilai yang dipercayai dan diyakini sepanjang
hidupnya. Orag tua hendaknya menjadi pembelajar yang terus menerus dari
keseharian dan interaksi dengan anak. Hipnoparenting merupakan salah satu
strategi yang dapat dipilih oleh orang tua yang menginginkan pendidikan anak
yang lebih berkwalitas untuk mengasilkan anak yang juga berkwalitas. Tepatlah
kata-kata bijak yang mengatakan, Apa yang kamu tanam, adalah yang akan kamu
tuai!.