Kamis, 14 November 2013

Apa itu Hypnoparenting?

     Jika kita mendengar kata hypnosis, apa yang terbayang dipikiran kita?.  Sebagian kita menganggap bahwa hypnosis itu adalah tindakan untuk membuat seseorang tidak sadar, atau mengendalikan kesadaran seseorang untuk kepentingan  tertentu, ada juga yang beranggapan bahwa hypnosis adalah sesuatu yang berhubungan dengan ilmu hitam. 
Pada dasarnya ada dua aliran hypnosis yang berkembang, pertama adalah hypnosis ala Barat yang menekankan pada teori yang menggunakan struktur bahasa dalam mempengaruhi kesadaran seseorang, namun aliran timur banyak berhubungan dengan hal-hal supranatural.  
   Namun pendekatan yang akan digunakan dalam tulisan ini adalah hypnosis dalam terminology Barat yang bersifat ilmiah dan dapat dijelaskan dengan kerangka dan logika yang jelas.  Selanjutnya apa itu parenting? parenting adalah segala sesuatu yang berusan dengan tugas-tugas orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak.    Parenting disini hendaknya dipahami secara luas, bahwa proses pendidikan yang dilakukan oleh guru pada dasarnya juga adalah parenting, apa bila kegiatan  tersebut sarat dengan nilai-nilai pendidikan.  Tidaklah mudah melakukan tugas ini, kesiapan orang tua dan pendidik mutlak diperlukan. 
Namun sampai saat ini belum ada sekolah yang khusus mencetak orang tua yang baik, biasanya pola pengasuhan sebuah keluarga diwariskan secara turun temurun, dan kecendrungan dari kita untuk belajar dari bagaimana orang tua kita memberlakukan kita.  
   Demikianlah cara pengasuhan anak kita sangat didpengaruhi oleh pengalaman-pengalaman kita dan orang tua kita sendiri.  Padahal perkembangan dunia terus berubah apakah itu akibat dari globalisasi atau digitalisasi yang ditandai dengan penyebaran informasi yang tak terbendung dan cepat, situasi inilah yang mempengaruhi gaya hidup kita dan persoalan yang dialami oleh anak-anak kita, sesuatu yang berbeda dengan era ketika kita kecil dahulu. 
   Tuntutan zaman sekarang amat membutuhkan pribadi anak yang tangguh secara fisik, mental dan spiritualitas.  Karenanya persoalan yang kita alami jelas berbeda dengan permasalahan yang dialami oleh anak-anak dewasa ini,  belajar dari pengalaman dari cara orang tua kita mendidik kita waktu kecil dapat saja dilakukan namun dalam banyak hal juga perlu diadaptasi dengan pola pengasuhan yang terus menerus berubah dan relevan dengan situasi saat ini.
   Hipnoparenting adalah sebuah  pilihan strategi atau cara dalam mendidik dengan memahami cara kerja otak, serta menggunakan struktur bahasa yang dapat dipahami oleh pikiran anak.  Bagaimana Hipnoparenting dapat dilakukan?
   Dalam terminology ilmu tentang pikiran, kesadaran manusia dibedakan menjadi pikiran sadar dan pikiran bawah sadar.   Alam sadar kita mempengaruhi cara kita berpikir, menganalisa, memahami dan mengambil keputusan.  Namun pikiran bawah sadar mempengaruhi kesadaran kita lebih dominan dibandangkan alam sadar.  Pikiran bawah sadar mengendalikan hampir  88% pemikiran dan tindakan manusia.
   Jika alam sadar memiliki kemampuan untuk menyaring informasi, alam bawah sadar tidak menolak apapun yang diterima melalui kelima panca indera kita.  Mengutip dari buku yang ditulis oleh Napolean Hill berjudul Think and Grow Rich oleh Eva Imania Eliasa, pikiran bawah sadar selalu aktif.  Jika kita tanamkan keinginan kedalamnya, maka dia akan merespon informasi dan pikiran apapun yang kita masukkan kedalam alam bawah sadar.  Semua impuls pikiran baik itu pikiran positif maupun negatif selalu mencapai pikiran bawah sadar.  Disamping itu, pikiran bawah sadar mempunyai fungsi yang lebih kompleks.  
   Kesadaran anak-anak masih amat didominasi oleh pikiran bawah sadarnya, semakin dewasa seseorang atau pendidikan yang diterima seseorang mengakibatkan sedikit demi sedikit alam sadar yang mendominasi.  Bayangkan, dalam pergaulan sehari-hari dengan anak-anak kita, setiap kata yang kita keluarkan baik itu negatif maupun positif akan mempengaruhi cara pandang dirinya.  Misalnya, kita sering mengeluarkan kata-kata yang negatif, seperti., “.Kamu bodoh, soal gampang saja tak bisa kamu jawab!.  Maka secara bertahap informasi ini akan diserap oleh alam bawah sadar lalu membentuk pencitraan terhadap dirinya, karena alam bawah sadar anak adalah tempat dimana konsep diri anak terbentuk yang diterima dari proses berinteraksi dengan orang tua maupun lingkungannya.
   Berbicara tentang konsep diri maka ada 3 apsek penting yang perlu diperhatikan didalamya yaitu diri ideal, citra diri dan harga diri.  Konsep diri ini terkait dengan semangat tinggi, keyakinan, dan kepercayaan yang positif serta kreatifitas yang tanpa henti, keuletan, keberanian menempuh hidup, ketegaran dan kemampuan mempelajari hal-hal yang baru.  Dengan demikian, apakah konsep diri ini terbentuk secara proses atau secara otomatis?
   Dalam hipnoparenting  proses pembentukan konsep diri positif anak dibentuk berdasarkan pola pengasuhan yang baik.  Bagimana cara melakukannya? caranya adalah dengan menanamkan nilai-nilai posisitif dengan menggunakan kata-ata yang posistif kedalam kesadaran anak secara berulang-ulang. 
   Penggunaan kata-kata menjadi yang sering dipilih oleh orang tua dalam berinteraksi dengan anak, maka kata-kata itulah yang akan membentuk diri anak, kemudian anak-anak akan mengembangkan konsep dirinya melalui pergaulan dengan lingkungannya, dengan demikian begitu pentingnya orang tua memahami cara berpikir anak, dan secara cermat memilih kata-kata, karena itu  akan berdampak pada kehidupan anak dimasa depan dan sepanjang hidupnya.
   Selalu menggunakan kalimat positif dalam berinteraksi sejalan dengan cara kerja kesadaran anak masih sangat didominasi oleh pikiran alam bawah sadar, alam bawah sadar tidak memahami kalimat yang negatif.
 Jika selama ini kita menganggap bahwa anak kita bandel karena tidak mengikuti perintah kita, mungkin ada yang salah dari cara kita mengintruksi, bukan anak yang bandel tapi pikirannya tidak mampu memahami perintah kita.  Kalimat yang sering kita gunakan misalnya, “ kalo adek  menyebrang jalan, jangan lari-lari ya! kata jangan sesuatu yang tak dapat dipahami pikiran anak, namun kata yang dipahami adalah lari, makanya yang dilakukan adalah lari.   Dengan memahami cara bekerja alam bawah sadar, sepatutnya intruksi yang kita berikan adalah, “jika adek nyebrang, jalannya pelan-pelan ya!. Maka pikiran bawah sadar anak akan memahami yang dia harus lakukan adalah jalan pelan-pelan.  Demikianlah, bahwa kata-kata yang kita pakai akan sangat menentukan prilaku anak. 
   Hal lain yang juga terkait erat dengan hypnoparenting adalah selalu menciptakan suasana Rumah yang Positif.  Rumah adalah tempat dimana anak tidak saja untuk tumbuh tapi juga berkembang secara mental dan emosional.  Tak berlebihan jika ada yang mengatakan bahwa rumah adalah sekolah pertama bagi anak dan orang tua adalah guru pertama anak.  
   Pembentukan sikap anak amat ditentukan dari bagaimana situasi rumah diciptakan.  Kondisi yang positif, pujian-pujian dan penghargaan sepenuh hati dan tulus  yang diberikan orang tua terhadap sekecil apapun dari kreatifitas sianak akan sangat berperan dalam proses penciptaan kebiasaan-kebiasan posistif  serta menumbuhkan sikap dan sifat yang posistif juga bagi sianak juga.
   Berdasarkan uraian diatas,  maka proses pembentukan kepribadian dan konsep diri anak adalah sesuatu yang bersifat nurture (pendidikan)  bukan bersifat natural.  Pendidikan dan pola pengasuhan yang baik yang dimulai dari rumah akan amat mempengaruhi bagaimana kwalitas seorang anak.  Orang tua adalah element yang paling menentukan dalam pembentukan ini, nilai-nilai yang ditanam didalam keluaraga secara berulang-ulang akan terpatri dalam bawah sadar anak yang kemudian akan menjadi nilai-nilai yang dipercayai dan diyakini sepanjang hidupnya.  Orag tua hendaknya menjadi pembelajar yang terus menerus dari keseharian dan interaksi dengan anak.  Hipnoparenting merupakan salah satu strategi yang dapat dipilih oleh orang tua yang menginginkan pendidikan anak yang lebih berkwalitas untuk mengasilkan anak yang juga berkwalitas. Tepatlah kata-kata bijak yang mengatakan, Apa yang kamu tanam, adalah yang akan kamu tuai!.






Selasa, 12 November 2013

Homeschooling Keluarga Kami

      Perkenalan saya dengan Homeschooling dimulai sejak tahun 2009 lalu ketika saya menyadari bahwa Oude tidak nyaman dengan situasi sekolahnya lalu kami putuskan  berhenti.  Merespon ini  pihak sekolah menawarkan program homeschooling, namun kami harus menguras kocek yang mahal karna harganya yang fantastic perpaketnya,  situasi ini mendorong saya untuk mencari lebih dalam dari sumber yang beragam mengenai HS, sejak itu pertualangan saya terhadap HS dimulai, segera jatuh cinta dan memutuskan HS yang terbaik untuk anak kami, oude yang waktu itu berumur 4 tahun.
Beberapa alasan kuat yang mendorong saya untuk lebih seksama menyimak, mendalami, dan mencoba memahami tentang Homeschooling adalah :
- Saya ingin menemani dan mengarahkan Oude untuk menemukan passionnya, karena bagaimanapun kita hidup harus sesuai dengan passion kita, melakukan sesuatu secara passion akan sangat menyenangkan, live for passion that will make you happy.
- Saya ingin mengamati perkembangan Oude untuk menemukan minat dan bakatnya. Menghabiskan waktu bersama lebih banyak akan memberi kesempatan saya menemukan bakat dan minat  Oude
- Membantu Oude untuk menemukan tujuan dalam hidupnya.  Saya menemukan anak-anak sekolah yang telah sampai SMA bahkan mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliah tapi tak memiliki tujuan hidup, saya tidak mau hal ini terjadi pada Oude.  Saya ingin Oude menemukan tujuan hidupnya diusianya yang lebih muda sehingga dia focus menjalani hidupnya. 
- Menjalankan HS bagi Oude adalah kesepakatan kami berdua sebagai orang tua agar kehidupan yang kami jalani lebih memiliki makna dari pada hanya menjalani hidup atau sekedar bertahan hidup.
- Ingin membangun kedekatan antara kami sekeluarga, banyak keluhan yang sering saya dengar dari orang tua bahwa jarak dengan anak mereka semakin jauh sering anak sudah menemukan teman2 dan menghabiskan banyak waktu diluar rumah dengan teman-teman mereka.  Menghabiskan waktu secara produktif dan menyenangkan bersama tentu akan membangun kwalitas hubungan dan  kedekatan diantara kami.
Sebagai ibu yang bekerja secara formal dan tanpa asisten rumah tangga, kekhawatiran sempat singgah juga dibenak saya, apakah saya mampu menjalani ini? namun saya meyakinkan diri bahwa pilihan ini adalah yang terbaik untuk masa depan Oude, apa lagi saya tak sendiri ada suami yang selalu siap untuk bahu membahu mengisi  bersama, membuat semuanya menjadi mudah, apa lagi sekarang dengan semakin bertambahnya pengetahuan kami tentang HS membuat keyakinan kami terhadap pilihan ini semakin kuat. Sisanya Allah yang akan memampukan.